NTP Provinsi Lampung Maret 2009 untuk masing-masing subsektor tercatat sebesar 108,96 untuk Subsektor Padi & Palawija (NTP-P), 93,76 untuk Subsektor Hortikultura (NTP-H), 107,08 untuk Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat (NTP-Pr), 103,85 untuk Subsektor Peternakan (NTP-Pt) dan 115,38 untuk Subsektor Perikanan (NTP-Pi). Sedangkan NTP Provinsi/Gabungan tercatat sebesar 105,63, yang mengalami kenaikan 0,32 persen bila dibandingkan dengan bulan sebelumnya, yaitu sebesar 105,29. Kenaikan
NTP sebesar 0,32 persen tersebut terjadi karena naiknya indeks yang
diterima petani sebesar 0,57 persen, sementara indeks yang dibayar
petani mengalami kenaikan sebesar 0,25 persen. Komoditas yang memicu
kenaikan indeks yang diterima petani Provinsi Lampung bulan Maret 2009
khususnya adalah komoditas karet, lada, ketela pohon, kopi biji, kelapa
sawit, dan gabah.
Bila NTP per subsektor bulan Maret 2009
dibandingkan dengan Februari 2009, terlihat bahwa tiga dari lima
subsektor NTP mengalami kenaikan, yaitu subsektor tanaman padi dan
palawija (0,36%), tanaman perkebunan rakyat (2,63%), dan perikanan
(0,18%). Sementara dua subsektor lainnya, yaitu subsektor hortikultura
dan peternakan mengalami penurunan masing-masing sebesar 1,87 dan 0,15
persen.
Dari 32 Provinsi yang dilaporkan pada Maret 2009, sebanyak 20 Provinsi mengalami kenaikan indeks dan
12 provinsi mengalami penurunan indeks. Kenaikan tertinggi NTP Maret
2009 terjadi di Provinsi Jambi yaitu sebesar 3,12 persen, karena
kenaikan harga yang diterima petani pada subsektor tanaman perkebunan
rakyat, tanaman padi dan palawija, dan perikanan. Sementara itu,
penurunan NTP terbesar terjadi di Provinsi Jawa Barat yaitu turun
sebesar 1,13 persen, karena turunnya harga yang diterima petani pada
subsektor tanaman padi dan palawija, hortikultura, dan peternakan.
Pada Maret 2009, terjadi inflasi di daerah pedesaan di Provinsi Lampung sebesar 0,33 persen karena kenaikan
indeks harga yang tinggi di empat kelompok pengeluaran yaitu: bahan
makanan (0,28%), makanan jadi (0,99%), sandang (2,88%), dan kesehatan
(1,01%). Sementara tiga kelompok lainnya mengalami penurunan indeks,
yaitu perumahan (1,27%), pendidikan, rekreasi, dan olah raga (0,81%),
serta transportasi dan komunikasi (0,41%).